Obat Tradisional Biduran (Kaligata)

Obat Net Pengertian Obat , Manfaat Obat Tradisonal
Pengobatan Lewat Internet


Biduran (kaligata)

Obat Tradisional Biduran (Kaligata)

Gatal gatal ketika di garuk akan sangat terasa nimat, tapi setelahnya malah akan menjadi bekas luka akibat alergi tersebut nah inilah yang disebut KALIGATA kata orang Sunda

Penderita yang terserang biduran (kaligata) mendadak timbul gatal-gatal pada kulit. Gatal-gatal tersebut berlangsung lama sehingga penderita merasa kulitnya menjadi tebal. Jika sering digaruk, kulit menjadi kemerah-merahan dan semakin meluas ke seluruh permukaan tubuh.Jika sampai ke bagian muka yang terserang, mata kelihatan membengkak termasuk bibir.

penyebab kaligata adalah ketika tubuh tidak dalam kondisi baik, bisa saja saat kelelahan, kurang tidur, stress, dll. Adapun faktor lainnya adalah:
Obat- obatan
  • Makanan (Telur, Kerang, Ikan, Kacang-kacangan, Susu)
  • Serbuk Sari
  • Debu
  • Gesekan
  • Tekanan Pakaian
  • Infeksi (amandel, gigi berlubang, dll.)
  • Serbuk binatang (kucing, dll)
  • Gigitan serangga
  • Air, Cahaya Matahari, panas, Dingin
  • Stress

Adapun gejala yang timbul saat kaligata adalah:
  • Gatal
  • Pembengkakan diatas kulit
  • Kulit berwarna merah
  • Bilur membesar ketika digaruk
  • Bentuknya berubah-ubah

Penderita biduran (kaligata) sebaiknya banyak makan sayuran dan buah-buahan.Kubis sementara dijauhi dulu.Ikan atau makanan yang berbau amis harap menjadi pantangan utama.Jika mandi jangan menggunakan air dingin,tetapi harus air hangat.Akan lebih baik mandi dengan menggunakan obat tradisional biduran (kaligata) lainnya yakni rebusan daun mimba atau rebusan daun mindi.


Berikut adalah pilihan resep yang harus diminum,

Resep 1 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
  • Kulit batang pule..................... 3 jari tangan
  • Temulawak sebesar telur itik... 1 biji
  • Kunyit sebesar telur ayam....... 1 biji
Cara meramu:
  • Cuci bersih semua bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
  • Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Minum ramuan sesudah makan.

Resep 2 Obat Tradisional Biduran (Kaligata)
Bahan:
  • Daun sambiloto.................. 11 lembar
  • Meniran.............................. 3 tanaman 
  • Kunyit sebesar telur ayam....1 biji
Cara meramu:
  • Cuci semua bahan, potong meniran, kupas dan iris tipis kunyit.Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas. Angkat dan saring.
Aturan pakai: 
  • Minum ramuan dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur minimal selam 4 minggu.

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.

BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Keistimewaan Sarang Semut Papua , Manfaat Sarang Semut

Obat Net Keistimewaan Sarang Semut Papua , Manfaat Sarang Semut
Pengobatan Lewat Internet

Manfaat Sarang Semut

Tumbuhan sarang semut bukanlah sarang semut yang terbuat dari tanah yg dibangun koloni semut di dalam tanah, tetapi ini adalah tumbuhan epifit yang tumbuh di ranting pohon besar. Tumbuhan ini bukanlah parasit, tetapi hanya menumpang hidup di dahan yg lebih kuat dan lebih besar. Tumbuhan ini hidup di dataran tinggi Papua, terutama di Wamena.

Pohon Sarang Semut
Tumbuhan ini memiliki banyak ruangan kecil di dalam batangnya, seperti labirin, yang ditinggali oleh sekelompok semut sejenis, yaitu semut hitam hutan. Ada hubungan simbiosis yang terjalin kuat antara semut dan tumbuhan tersebut. Tumbuhan menyediakan banyak ruangan untuk ditinggali semut, sedangkan semut menyediakan banyak makanan dan nutrisi sebagai hadiah yang dibawa semut untuk sang tumbuhan.


Sarang Semut Basah

Khasiat dari sarang semut papua:


  • Tumor
  • Kanker
  • Penyakit Jantung Koroner
  • Stroke
  • Ambeien
  • Benjolan-benjolan di pay-udara
  • Gangguan ginjal
  • Prostat
  • Haid dan Keputihan
  • Migren
  • TBC
  • dan berbagai macam penyakit lainnya

Sarang Semut Yang Sudah di Keringkan
Cara penyajian
CARA PAKAI SARANG SEMUT DALAM BENTUK SARANG ( KERING )

  • Ambil Sarang Semut kira-kira 200 gram direbus dengan air 3 Liter sampai mendidih kemudian disaring lalu diminum secara rutin selama sebulan.
  • Warna dan rasa sama dengan teh.
  • Dapat direbus berulang-ulang sampai Airnya putih.
  • Untuk Pencegahan Minum 3 Gelas Sehari (3×1)
  • Untuk Penyembuhan minum 3-8 Gelas Sehari (6×1)

Catatan : Tidak Ada Efek Samping (Over Dosis)

CARA MERACIK SARANG SEMUT YANG MASIH DALAM BENTUK SARANG (kering):
Potong kecil pakai tangan terus masukan dalam blender sampai halus
Setelah itu masukan kedalam wadah bersih

MEMBUAT MINUMAN SARANG SEMUT 1 GELAS :

  • Siapkan panci stenlesstel ( Jangan mengunakan panci aluminium, karena logamnya sering terkikis dan akan tercampur dengan ramuan)
  • Siapkan air 2 gelas ( 250cc ) dan masukan ke dalam panci
  • Masukan Sarang Semut satu sendok makan ( +/- 10g )
  • Masak Ramuan tersebut sampai mendidih, api dikecilkan sambil diaduk sesekali selama sekitar 15 menit (2 gelas air menjadi 1 gelas);
  • Dinginkan hasil ramuan tsb
  • Saring air hasil rebusan tersebut dan air hasil rebusan tersebut siap diminum ( bisa dicampur dengan madu atau gula)
  • Air Sarang Semut berwarna seperti teh sampai hitam pekat agak kemerahan
  • Rasa tawar sampai seperti teh agak pahit sedikit.
  • Dalam mengkonsumsi Sarang Semut harus dibarengi dengan banyak minum air putih & makan yang bergizi supaya membantu proses mengeluaran racun & memperbaiki fungsi tubuh lainnya.

DOSIS :
Secara umum, anak-anak usia di bawah 10 tahun diberi minum setengah takaran dewasa dengan dosis penggunaannya adalah:

  • Untuk penyembuhan: minumlah air hasil rebusan tersebut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh dan setiap takaran obat hanya untuk satu kali pemakaian
  • Untuk pencegahan: dapat diminum secara teratur 1-2 kali seminggu agar tetap sehat dan bugar
  • Tidak ada efek samping karena alami tanpa campuran apapun & tanpa bahan pengawet.
CARA MENDAPATKAN Sarang SEMUT
  • Hubungi Via SMS dengan Format : SarangSemut<spasi>2(Jml Pemesanan Minimal)<spasi>Nama Lengkap<spasi> Alamat kirim ke : 085871148555
  • Contoh : SarangSemut 2 Abdullah  Jl. Selabintana KM 4,5 No. 123 Sukabumi Jawa Barat 43151


Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Mengenal Pengobatan Ala Rosullulloh SAW, Terapi Bekam, Manfaat Bekam (Hijamah)

Obat Net : Mengenal Pengobatan Ala Rosullulloh SAW, Terapi Bekam, Manfaat Bekam (Hijamah)
Pengobatan Lewat Internet

Sajarah Bekam : Illustrasi Google

Terapi bekam itu telah dikenali sejak kerajaan Sumeria berdiri, lalu berkembang di Babilonia, Mesir, Saba dan Persia. Namun. Menurut As Suyuthi, bekam berasal dari Isfahan. Jadi, sebelum Rasul SAW diutus pun pengubatan bekam telah ada.

Orang-orang Barat telah lama mengenal pengubatan dengan membuang darah, pada abad ke 18 mereka menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam.
Pada suatu waktu Perancis pernah mengimport 40 juta ekor lintah untuk keperluan itu.
Lintah-lintah itu akan dilaparkan terlebih dahulu dengan tidak diberi makan, jadi bila ditempelkan pada tubuh manusia dia akan terus menghisap darah dengan begitu efektif. Setelah kenyang lintah itu tidak berusaha lagi untuk bergerak dan terus jatuh.
Rasulullah s.a.w. memilihkan, dengan wahyu dari-Nya, dari sekian banyak terapi yang ada pada waktu itu dengan terapi herba dan bekam. Baginda sangat menyenanginya. Terbukti dari seringnya baginda berbekam dan baginda mengungkapkan sebaik-baik pengubatan ialah berbekam.
Bekam atau hijamah adalah teknik pengubatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.PerkataanAl Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama (حجامة) yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggeris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk.
“Cupping used to : drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”
Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.
Dalam beberapa literatur disebutkan bahawa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan :
  • (1) sistem kekebalan tubuh,
  • (2)Pengeluaran Enkefalin,
  • (3)Pelepasan neurotransmiter,
  • (4) Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah serta
  • (5) “the gates for pain” pada Sistem Saraf Pusat
Apabila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerosakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit ( sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerosakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui. Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.
Bekam adalah satu teknik pengobatan menggunakan sarana gelas, tabung, atau bambu yang prosesnya di awali dengan melakukan pengekopan (membuat tekanan negatif dalam gelas, tabung, atau bambu) sehingga menimbulkan bendungan lokal di permukaan kulit dengan tujuan agar sirkulasi energi Qi dan Xue meningkat, menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembab, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh. Pada teknik bekam basah, setelah terjadi bendungan lokal, terapis lanjutkan prosesnya dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor bisa dikeluarkan.
Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.
Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.
Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana dijelaskan dalam hadist Bukhari :
الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ
“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)
Sejarah Bekam (Hijamah)

  • Hijamah/bekam/cupping/Blood letting/kop/chantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi.
  • Pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.
  • Seorang herbalis Ge Hong (281-341 M) dalam bukunya A Handbook of Prescriptions for Emergencies menggunakan tanduk hewan untuk membekam/mengeluarkan bisul yang disebut tehnik “jiaofa”, sedangkan di masa Dinasti Tang, bekam dipakai untuk mengobati TBC paru-paru . 
  • Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah) , orang-orang di Eropa menggunakan lintah (al ‘alaq) sebagai alat untuk bekam (dikenal dengan istilah Leech Therapy) dan masih dipraktekkan sampai dengan sekarang.
  • Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) memopulerkan cara pembuangan secara langsung dari pembuluh darah untuk pengobatan di zamannya. Dalam melakukan tehnik pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan. Cara ini juga sering digunakan oleh orang Romawi, Yunani, Byzantium dan Itali oleh para rahib yang meyakini akan keberhasilan dan khasiatnya.
  • Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.Disebutkan oleh Curtis N, J (2005), dalam artikel Management of Urinary tract Infections: historical perspective and current strategies: Part 1-before antibiotics. Journal of Urology. 173(1):21-26, January 2005. Bahwa catatan Textbook Kedokteran tertua Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 SM di Mesir kuno menyebutkan masalah Bekam.

Hijamah dikenal dan berkembang di Indonesia?
  • Tidak ada catatan resmi mengenai kapan metode ini masuk ke Indonesia, diduga kuat pengobatan ini masuk seiring dengan masuknya para pedagang Gujarat dan Arab yang menyebarkan agama Islam. Metode ini dulu banyak dipraktekkan oleh para kyai dan santri yang mempelajarinya dari “kitab kuning” dengan tehnik yang sangat sederhana yakni menggunakan api dari kain/kapas/kertas yang dibakar untuk kemudian ditutup secepatnya dengan gelas/bekas botol. Waktu itu banyak dimanfaatkan untuk mengobati keluhan sakit/pegal-pega di badan, dan sakit kepala atau yang dikenal dengan istilah “masuk angin”.Tren pengobatan ini kembali berkembang pesat di Indonesia sejak tahun 90-an terutama dibawa oleh para mahasiswa/pekerja Indonesia yang pernah belajar di Malaysia, India dan Timur Tengah. Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang higienis, praktis dan efektif.
Jenis bekam
Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah)
  • Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kenyerian punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari. Prinsip dasar penggunaan bekam kering menurut TCM teknik sedasi/pelemahan dan pengeluaran pathogen yang berlebih/ekses. Unsur yang dikeluarkan dalam bekam kering adalah: Qi/energy , angin, panas dan Api. Teknik ini sangat bagus untuk menangani sindrom Re/Panas tipe Defisien.
Bekam basah (Hijamah Rothbah)
  • Bekam basah (Hijamah Rothbah) yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 3 minggu sahaja. Menurut Tradisional Chinese Medicine ( TCM ) Bekam basah adalah teknik sedasi/pelemahan dan pengeluaran pathogen yang berlebih/ekses. Unsur yang dikeluarkan dalam bekam basah adalah: Qi/energy, Xue/darah , Angin, panas dan Api. Teknik ini sangat bagus untuk menangani sindrom Re / Panas Ekses.
Bekam Api (Fire Cupping), yaitu teknik membekam menggunakan api sebagai media pemvakum/membekam. Bekam api menggunakan gelas khusus bekam api yang terbuat dari kaca tebal. Bekam Api berkembang luas di CIna sebagai teknik pengobatan yang banyak sekali digunakan selain akupuntur. Konsep TCM menyatakan bahwa bekam api digunakan untuk mengeluarkan patogen angin dan dingin. Bagi tipikal pasien yang mengalami sindrom panas dan kering (Sindrom Re)tidak dianjurkan menggunakan bekam api.

Waktu berbekam
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan , karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). 
  • Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu menceritakan bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Ia melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad).
  • Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan.
  • Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya. 
  • Dari Abu Hurairah radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani
  • Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204)
  • Dari Anas bin Malik radhiallaahu 'anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih
  • Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
  • Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan”.
Cara bekam
Cara melakukan Bekam :
  • 1. Mempersiapkan semua peralatan yang sudah disterilkan dengan alat  sterilisator standar.
  • 2. Mulai dengan do’a dan mensterilkan bagian tubuh yang akan dibekam dengan desinfektan (misalnya. Iodin)
  • 3. Dilanjutkan dengan penghisapan kulit menggunakan “kop/gelas” bekam, kekuatan penghisapan pada setiap pasien berbeda-beda. Lama penghisapan selama 5 menit, tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai Anestesi (pembiusan) lokal. Diutamakan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan dan jangan melakukan penghisapan lebih dari 4 titik bekam sekaligus.
  • 4. Dengan menggunakan pisau bedah standar kemudian dilakukan syartoh /penyayatan (jumlah sayatan 5-15 untuk satu titik tergantung diameter kop yang dipakai, panjang sayatan 0,3-0,5 cm, tipis dan tidak boleh terlalu dalam, dilakukan sejajar dengan garis tubuh). Salahsatu tanda bahwa sayatannya baik adalah sesaat setelah disayat, kulit tidak mengeluarkan darah akan tetapi setelah disedot dengan alat maka darahnya baru keluar.
  • 5. Lakukan penghisapan kembali dan biarkan “darah kotor” mengalir di dalam kop selama 5 menit.
  • 6. Bersihkan dan buang darah yang tertampung dalam kop dan jika perlu bisa lakukan penghisapan ulang seperti tadi. Tidak boleh dilakukan pengulangan sayatan.
  • 7. Bersihkan bekas luka dan oleskan minyak habbatus sauda yang steril. Umumnya bekas bekam akan hilang setelah 2-5 hari.
  • 8. Ucapkan Alhamdulillah dan rasakan keajaiban “mukjizat” medis bekam.
  • 9. Setiap pasien dianjurkan untuk memiliki alat bekam sendiri. Kop/alat bekam tidak boleh digunakan untuk pasien lain pada penderita hepatitis, ODHA, dan penyakit menular lainnya.
Ada sekitar 12 titik utama yang disebutkan dalam hadits, selebihnya merupakan pengembangan dari itu. Beberapa ahli bekam juga menggunakan titik akupuntur untuk dilakukan pembekaman sedangkan yang lainnya menggunakan pendekatan anatomi organ tubuh dan patofisiologis suatu penyakit.

Bagian tubuh yang dibekam di antaranya adalah Titik di kepala (Ummu Mughits, Qomahduwah, Yafukh, Hammah, dzuqn, udzun), Leher dan punggung (Kaahil, al-akhda’ain, alkatifain, naqroh,munkib), kaki (Wirk, Fakhd, Zhohrul qodam, iltiwa’) dan lain sebagainya.

Titik Bekam diatas ampuh untuk mengobati berbagai penyakit, baik penyakit medis maupun penyakit non medis. diantaranya penyakit seperti : darah tinggi, kolesterol, asam urat, migrain, jantungasma, paru-paru, diabetes, pegal linu, maag, alergi, batuk, masuk angin, struk, kesurupan, gangguan jin, santet, pelet dll.

Penyakit apa saja yang dapat diobati dengan bekam?
  • Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa di antara penyakit yang berespon cukup baik dengan Terapi bekam adalah Hipertensi, hiperuricemia (Gout/Pirai), hiperkolesterolemia, stroke , parkinson, epilepsy, migrain, vertigo, gagal ginjal, varises, wasir (hemoroid), dan semua keluhan sakit (rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah), penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dll. Begitu juga bekam untuk kesuburan (fertilitas) dan kecantikan (menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dll)

Apakah terdapat kontraindikasi efek samping yang terjadi akibat bekam? Orang dalam kondisi seperti apa yang tidak boleh dibekam?
  • Pada beberapa kasus dimana syarat pembekaman kurang terpenuhi, kadang-kadang muncul efek samping berupa mual/muntah (jika terlalu dekat jaraknya dengan makan/<2jam setelah makan), lemas (jika pembekaman terlalu banyak titik), keluarnya bula/gelembung (jika pembekaman terlalu lama dan kekuatan pompa terlalu kuat). Adapun jika dilakukan sesuai “aturan main” maka efek samping tersebut jarang sekali terjadi.
  • Orang yang ditunda pembekamannya adalah : Wanita hamil (pada daerah perut dan punggung bawah), wanita menstruasi dan nifas, orang yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, sedang cuci darah, baru melakukan donor darah, penderita dengan kondisi yang sangat lemah dan tekanan darah sangat rendah, serta orang yang sedang kelaparan/kenyang/gugup (fobia).
Siapa saja yang boleh dibekam? Dan kisaran usia berapa?
  • Semua orang bisa dibekam pada kisaran umur 4 tahun keatas, yang penting pasiennya bisa kooperatif. Pada orang tua yang sudah renta, ibu hamil dan anak-anak pembekaman dilakukan dengan hati-hati, dengan sayatan yang tipis, tekanan kop yang ringan dan titik bekam yang terbatas.

Tips memilih tempat bekam
Bagaimana tips yang baik dalam memilih terapi bekam?
  • Pilihlah Terapis bekam yang bersertifikat dan diutamakan memilikipendidikan/pengetahuan medis yang cukup
  • Pastikan Terapis tersebut memiliki peralatan standar sterilisasi (sterilisator) yang memadai
  • Menggunakan peralatan medis standar (hanscon, masker, pisau bedah, kassa steril, dll) Hindari penggunaan silet, cutter, kaca, tissue gulung, kapas, atau kop berupa tanduk, bambu dan gelas biasa. Dalam prakteknya Rosulullah menggunakan metode syartoh (sayatan) ketika berbekam. 
Bekam di Dunia Barat
  • Seiring dengan bertambahnya pasien yang dengan izin Allah Ta’ala sembuh dan terbebas dari penyakitnya melalui bekam maka semakin banyak pula bermunculan Terapis Hijamah dari “Barat” yang menggunakan metode Cupping Therapy maupun metode Lintah (Leech Therapy) untuk mengobati berbagai macam penyakit, mereka juga menuliskannya dalam berbagai artikel, buku dan publikasi lainnya:
Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Terapi Urine dan Manfaat Urine (Air Kencing), Hukum Islam Terhadap Penggunaan Urine (Air Kencing)

Obat Net Terapi Urine dan Manfaat Urine (Air Kencing),  Hukum Islam Terhadap Penggunaan Urine (Air Kencing)
Pengobatan Lewat Internet



Terapi urine - Air kencing atau air seni atau biasa disebut urine dihasilkan dari cairan yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan atau minuman kemudian sisa cairan diproses melalui ginjal atau proses ekskresi kemudian dikeluarkan melalui proses yang disebut urinasi, atau lebih jelasnya cairan sisa dalam tubuh akan disaring di dalam ginjal lalu dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih dan selanjutnya melakukan proses pembuangan urin dari dalam tubuh melalui uretra.

Makanan yang kita makan akan mempengaruhi rasa dan warna dari urin, selain itu suhu udara dan jumlah air yang diminum juga turut mempengaruhi warna dan rasa urin, untuk mereka yang mengkonsumsi banyak daging maka urin akan terasa asam, asin dan bisa juga pahit, namun mereka yang vegetaris urinnya akan terasa tawar.

Urin mengandung 95% air, 2,5% urea dan 2,5% campuran mineral, enzim, hormon dan garam, jadi di dalam urin atau air kencing terkandung zat-zat yang alami, karena itu urin merupakan obat alami yang terbaik yang diproduksi oleh tubuh.

Selain untuk diminum urin juga sangat bermanfaat untuk penyembuhan diluar tubuh seperti masalah rambut, kulit, telinga, mata dll, untuk urin yang diminum sebaiknya diminum langsung seteleh keluar dari tubuh atau maksimal 5 menit setelah keluar dari tubuh, karena waktu itu urin masih dalam keadaan steril.

Untuk yang baru pertama kali melakukan terapi urin pasti akan merasa jijik dan ingin muntah, namun jika anda berhasil meminumnya maka seterusnya akan terbiasa tanpa merasa jijik lagi...

Khasiat terapi urin dan cara dosis penggunaannya : 

Untuk kesehatan tubuh, minumlah urin minimal 1 gelas setiap pagi dari urin pertama setelah anda bangun pagi.
Untuk Pengobatan, minumlah urin minimal 3 gelas setiap hari dari urin pertama setelah anda bangun pagi, lalu yang kedua ambilah urin setelah anda makan siang satu jam setelahnya dan yang ketiga ambilah urin setelah makan malam satu jam setelahnya.
Untuk pengobatan penyakit kanker, minumlah urin minimal 5 gelas setiap hari Lakukan seperti no 2 diatas ditambah pengambilan urin sekitar pertengahan dari waktu anda kencing pertama sampai anda makan siang, serta pertengahan antara anda makan siang sampai anda makan malam.
Puasa urin, puasa urin ini harus dibawah pengawasan dari urinoterapis karena memang tidak mudah untuk melakukannya, orang yang melakukan puasa urin ini hanya minum air putih dan air urin saja tanpa mengkonsumsi makanan lain, meskipun berat namun hasilnya sungguh luar biasa.Catatan: Urin yang diminum adalah air kencing bagian tengah, jadi buanglah air kecing bagian awal dan air kencing bagian terakhir.

Jika anda sedang meminum obat dari dokter sebaiknya diberi jarak sekitar satu jam baik sebelum maupun sesudahnya, penggunaan urin sebagai obat sudah terbukti sejak lama, masyarakat India sudah melakukan terapi urin ini sejak 5000 tahun yang lalu dan hasilnya sungguh luar biasa, bermacam-macam penyakit dari jantung sampai penyakit kelamin dapat sembuh lewat terapi urin ini.

Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan syareat menjalankan terapi urin antara lain: 

Bahkan sekarang ada sekitar 20an macam obat yang diproduksi menjadi obat paten dari ekstrak air seni/ urin yang dijual dengan resep dari dokter.

HUKUM MENKONSUMSI URIN (AIR KENCING) MENURUT AJARAN ISLAM.

Sebelum Anda Melakukannya Sebaiknya Pahami dulu konteks Dasar Menurut Ajaran Agama Masing Masing.

Kita Bahas Mengenai Jawaban Sebagian Besar Masyarakat dengan diwakili oleh Pertanyaan di bawah ini....

Assalamu’alaikum Wr. Wb.



Ustadz Dr. Setiawan Budi Utomo yang saya hormati. Belakangan ini semakin ‘ngetrend’ dan populer orang menggunakan urine (air kencing) manusia baik milik sendiri maupun orang lain yang diambil setelah bangun tidur pagi sebagai alternatif terapi pengobatan medis dengan cara meminumnya. Karena secara empiris banyak orang yang menceritakan pengalamannya yang ajaib tentang ‘cespleng’ nya terapi urine tersebut yang berkhasiat dan mujarab sehingga semakin banyak kalangan yang ingin mencobanya.



Bagaimanakah syariah Islam memandang masalah ini? Bolehkah kita menjadikan urine manusia tersebut sebagai campuran obat-obatan dan menjual-belikannya? Bagaimanakah hukumnya bila menggunakan urine binatang?

Demikian mohon jawabannya dan terimakasih, jazakumullah khairan.

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Sebelum menjawab hukum menggunakan urine (air seni) sebagai obat, perlu dijelaskan lebih dahulu mengenai kedudukan suci maupun najisnya urine yang pada gilirannya akan menyangkut status halal dan haramnya urine.

Para ulama sepakat (ijma’) bahwa urine manusia demikian pula feces (tinja) nya adalah najis kecuali bayi yang hanya mengkonsumsi ASI (air susu ibu) sebagaimana dikemukakan oleh Imam Ibnu Rusyd (Bidayah al-Mujtahid, I/103) berdasarkan hadits Nabi saw yang memerintahkan shahabat untuk menyiram bekas air kecing orang Arab Badui di Masjid Nabawi (HR. Bukhari dan Muslim) dan hadits Nabi saw tentang dua orang yang disiksa di kubur yang salah satunya disebabkan oleh karena tidak bersuci dari bekas kencingnya (HR. Bukhari dan Muslim). Demikian pula perintah Nabi saw.: “Bersucilah kalian dari kecing” (Nailul Authar, I/43)

Dikarenakan air seni atau kencing manusia adalah barang najis dan bukan termasuk thayibat (barang yang baik) sebagaimana Allah firmankan dalam surat al-Baqarah:171 dan setiap yang najis adalah haram untuk dikonsumsi baik benda padat maupun cair, maka secara prinsip mengkonsumsi urine atau kencing manusia hukumnya adalah haram. 
(Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami Wa Adillatuhu, III/511, Syeikh Shalih Al-Fauzan, Al-Ath’imah, hal. 17, As-Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, I/19)

Adapun menggunakan urine tersebut dalam konteks kebutuhan medis seperti yang diangkat dalam wawancara sebuah tabloid yang terbit di Surabaya akhir Oktober 2000, Prof. Dr. dr. Iwan T, Budiarso memaparkan bahwa urine (air kencing) bisa menyembuhkan berbagai penyakit seperti koreng, diabetes, jantung, ginjal, kanker, AIDS dan impotensi. Bahkan menurut pengalamannya pribadi bahwa dulunya ia pernah loyo dan kejantanannya nyaris mati, namun kemudian menjadi greng lagi setelah minum air kencingnya. Ia juga menambahkan bahwa di luar negeri urine dijual belikan dan pembelinya adalah perusahaan farmasi atau kosmetika raksasa.

Guru Besar Fak. Kedokteran Universitas Tarumanagara di Jakarta itu juga menyatakan bahwa obat batuk hitam yang biasa dikonsumsi orang memiliki kadar 10 persen kandungan urinenya. Kosmetik-kosmetik awet muda pun juga mengandung ekstraurine. Pernyataan ini tentunya mengundang kontroversi dan mendapatkan protes dan kritik diantaranya oleh kalangan ahli farmasi sendiri diantaranya apoteker Drs. Sunarto Prawirosujanto, APT. sebagaimana dimuat di Harian Media Indonesia, Senin 13 November 2000. Namun sayang Prof. Iwan belum menjelaskan obat batuk merek apa saja dan dibuat oleh pabrik yang mana yang mengandung urine.

Masalah penggunaan urine manusia sebagai terapi medis tersebut yakni pasien meminum air kecingnya sendiri atau orang lain baik dalam bentuk murni ataupun campuran dengan bahan lain dalam kemasan jamu ataupun obat sebenarnya sudah masuk dalam wilayah pembahasan masalah darurat ataupun verifikasi tingkat kebutuhan yang tentunya membutuhkan kriteria, klasifikasi dan persyaratan yang lebih hati-hati serta pembatasan jelas yang dimaksud kondisi darurat. 
(QS. Al-Baqarah:173, Al-An’am:119, Al-Maidah:3).

Dalam hal ini dapat kita katakan bahwa memang Islam sangat menganjurkan upaya pengobatan dan ikhtiar medis namun harus berusaha tidak keluar dari prinsip halal sehingga tidak menggampangkan dan gegabah menggunakan alternatif haram. Rasulullah saw pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat serta telah menciptakan untuk kalian setiap penyakit obatnya, maka berobatlah kalian dan jangan berobat dengan yang haram.” 
(HR. Abu Dawud)

Oleh karena itu ketika ada seorang yang bertanya kepada Nabi tentang memanfaatkan khamr, beliau melarangnya. Lalu ketika orang tersebut mendesak beliau dan mengatakan bagaimana jika memanfatkannya hanya untuk obat? Beliau menegaskan kembali dengan bersabda: “Khamer itu bukan sebagai obat melainkan penyakit.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi) Hal ini juga didukung oleh fatwa Ibnu Mas’ud yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah tidak menciptakan kesembuhan kalian pada sesuatu yang Ia haramkan atas kalian.” 
(Diriwayatkan oleh Imam Bukhari)

Secara prinsip Islam juga mengharamkan untuk berobat dengan segala sesuatu yang haram termasuk khamer dan air seni karena pengharaman sesuatu menurut Imam Ibnul Qayyim (Zadul Ma’ad, III/115-116) menuntut umat Islam untuk menjauhinya dengan segala cara, sedangkan pengambilan sesuatu yang haram sebagai obat konsekuensi dan efeknya adalah akan mendorong orang untuk menyukai dan menjamahnya yang tentunya hal ini bertentangan dengan maksud dan tujuan Allah dalam menetapkan syariah-Nya.

Demikian pula menurut beliau, pembolehan berobat dengan yang haram apalagi jika selera cenderung kepadanya maka penggunaannya akan menjurus kepada hobi, kebiasaan, kecanduan dan menikmatinya khususnya bila merasakan manfaat padanya dapat menyembuhkan penyakitnya. Oleh karena itu Ibnul Qayyim penulis kitab Ath-Thibb An-Nabawi (Pengobatan ala Nabi) ini mengingatkan efek psikologis yang ditimbulkan dari mengkonsumsi obat haram tersebut yaitu bahwa ketika seseorang meyakini sesuatu yang haram itu bermanfaat dapat menyembuhkan penyakitnya maka spontanitas ia akan tersugesti dengannya.

Namun demikian Islam adalah agama rahmat dan tidak menginginkan umatnya celaka dan membiarkannya binasa dalam kondisi darurat karena diantara tujuan syariah adalah hifdzun nafs (memelihara kelangsungan hidup dengan baik), maka dalam konteks ini terdapat kaedah rukhsah (dispensasi) yang memberikan kelonggaran dan keringanan bagi orang yang sakit gawat dengan ketentuan sebagaimana dikemukakan oleh Dr. Yusuf al-Qardhawi yaitu:
Benar-benar dalam kondisi gawat darurat bila seorang penderita penyakit tidak mengkonsumsi sesuatu yang haram ini.
Tidak ada obat alternatif yang halal sebagai pengganti obat yang haram ini.
Menurut resep atau petunjuk dokter muslim yang kompeten dan memiliki integritas moral dan agama. Dan saya tambahkan yang keempat yaitu terbukti secara uji medis dan analisa ilmiah di samping pengalaman empiris yang membuktikan bahwa sesuatu yang haram tersebut benar-benar dapat menyembuhkan dan tidak menumbulkan efek yang membahayakan.

Meskipun demikian beliau menambahkan bahwa menurut pengalaman empiris dan laporan medis dari para dokter yang kredibel bahwa tidak ada alasan dan kebutuhan medis yang memastikan sesuatu yang haram ini sebagai obat, akan tetapi beliau tetap mentolerir prinsip rukhsah ini untuk mengantisipasi kondisi dimana seseorang muslim tidak mendapatkan obat kecuali dengan mengkonsumsi sesuatu barang yang haram. 
(Al-Halal wal Haram fil Islam: 53)

Demikian pula halnya hukum menggunakan urine manusia sebagai campuran obat-obatan apalagi praktik jual beli produk barang tersebut para prinsipnya adalah haram sebagaimana sabda Rasulullah saw.: “Sesungguhnya sesuatu yang diharamkan untuk diminum diharamkan pula untuk dijual belikan.” 
(HR.Al-Humaidi dalam Musnadnya
Hal ini dapat diqiyaskan (analog) dengan sabda Nabi saw tentang pengharaman khamer setelah turun ayat Al-Maidah:90-91: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamer maka barangsiapa yang menyaksikan ayat ini dan ia masih memilikinya maka janganlah ia meminum maupun menjualnya.” 
(HR.Muslim)

Adapun hukum mengkonsumsi urine binatang yang halal dimakan dagingnya sebagai obat seperti urine unta, kambing, sapi, unggas dan burung maka pendapat yang paling kuat adalah hal itu diperbolehkan dan halal karena urine tersebut suci dan tidak najis, berbeda dengan urine binatang yang haram dimakan dagingnya maka hukumnya urinenya juga haram dan najis.

Dalil tentang suci dan halalnya mengkonsumsi urine binatang yang halal dimakan dagingnya adalah bahwa Nabi saw membolehkan orang-orang Uraniyyin yang sedang tinggal di Madinah untuk meminum air kecing unta dan susunya 
(HR.Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Demikian pula Nabi saw. membolehkan umat Islam untuk melaksanakan shalat di kandang kambing yang menunjukkan sucinya kotoran dan kencing kambing 
(HR. Ahmad dan Tirmidzi
Dengan demikian karena urine binatang yang halal dimakan dagingnya halal untuk dikonsumsi maka halal pula menggunakan kotoran ataupun urinenya untuk kebutuhan lainnya seperti pupuk, makanan binatang piaraan maupun diperjual belikan dan tetap dikategorokan sebagai thayibat karena barang tersebut adalah suci dan bukan najis.

Wallahu A’lam wa Billahit taufiq wal Hidayah
Sumber : Berbagai  Sumber
Referensi :http://www.eramuslim.com/konsultasi/fikih-kontemporer/terapi-medis-dengan-urine.htm#.Uc-Cnzu8DXA

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Pengertian Obat , Manfaat Obat Tradisonal

Obat Net Pengertian Obat , Manfaat Obat Tradisonal
Pengobatan Lewat Internet


Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh.
Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia termasuk obat tradisional.
Di Amerika Serikat, seorang medis profesional dapat memperoleh obat dari perusahaan farmasi atau farmasi (yang membeli obat dari perusahaan farmasi). Farmasi dapat juga menyediakan obat secara langsung kepada pasien bila obat tersebut dapat dengan aman digunakan sendiri, atau diberi kuasa dengan preskripsi yang ditulis oleh dokter.



Kebanyakan obat mahal harganya untuk dibeli pasien ketika pertama kali dipasarkan, namun asuransi kesehatan dapat dipakai untuk meringankan biaya. Ketika paten untuk suatu obat berakhir, obat generik dibuat dan diedarkan oleh perusahaan saingan yang menyebabkan harga murah. Obat yang tidak membutuhkan preskripsi dari orang medis profesional dikenal dengan nama obat OTC (bahasa Inggris: Over the Counter, yang berarti di kasir) dapat dijual di toko biasa.

Di Indonesia, obat mahal lebih banyak karena besarnya biaya pemasaran yang ditanggung oleh perusahaan farmasi, terutama untuk obat ethical. Walaupun secara hukum promosi obat jenis ini tidak perbolehkan, tetapi secara praktik, banyak biaya yang diserap oleh tenaga medis sendiri.

OTC (Over The Counter) merupakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter biasa disebut juga dengan obat bebas yang terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas.

Obat bebas
  • Ini merupakan tanda obat yang paling "aman" . Obat bebas, yaitu obat yang bisa dibeli bebas di apotek, bahkan di warung, tanpa resep dokter, ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan. Misalnya : vitamin/multi vitamin (Livron B Plex, )

Obat bebas terbatas
  • Obat bebas terbatas (dulu disebut daftar W). yakni obat-obatan yang dalam jumlah tertentu masih bisa dibeli di apotek, tanpa resep dokter, memakai tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza). Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut :
  • P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
  • P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
  • P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
  • P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
  • P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

Memang, dalam keadaaan dan batas-batas tertentu; sakit yang ringan masih dibenarkan untuk melakukan pengobatan sendiri, yang tentunya juga obat yang dipergunakan adalah golongan obat bebas dan bebas terbatas yang dengan mudah diperoleh masyarakat. Namun apabila kondisi penyakit semakin serius sebaiknya memeriksakan ke dokter. Dianjurkan untuk tidak sekali-kalipun melakukan uji coba obat sendiri terhadap obat - obat yang seharusnya diperoleh dengan mempergunakan resep dokter.

Apabila menggunakan obat-obatan yang dengan mudah diperoleh tanpa menggunakan resep dokter atau yang dikenal dengan Golongan Obat Bebas dan Golongan Obat Bebas Terbatas, selain meyakini bahwa obat tersebut telah memiliki izin beredar dengan pencantuman nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Departemen Kesehatan, terdapat hal- hal yang perlu diperhatikan, diantaranya: Kondisi obat apakah masih baik atau sudak rusak, Perhatikan tanggal kadaluwarsa (masa berlaku) obat, membaca dan mengikuti keterangan atau informasi yang tercantum pada kemasan obat atau pada brosur / selebaran yang menyertai obat yang berisi tentang Indikasi (merupakan petunjuk kegunaan obat dalam pengobatan), kontra-indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan), efek samping (yaitu efek yang timbul, yang bukan efek yang diinginkan), dosis obat (takaran pemakaian obat), cara penyimpanan obat, dan informasi tentang interaksi obat dengan obat lain yang digunakan dan dengan makanan yang dimakan.

Klasifikasi

Obat dapat diklasifikasikan dalam banyak cara, atas dasar mekanisme aksi, efek dan status (legal atau tidak legal).

Analgesik obat pembunuh rasa sakit
  • Non-NSAID antipiretik
  • Acetaminophen (juga dikenal dengan parasetamol, atas atas nama dagang Tilenol), yang dapat menyebabkan masalah lever bila digunakan secara kronik
  • NSAIDS
  • Aspirin atau ASA (acetylsalicylic acid), yang juga antipiretik
  • Ibuprofen (juga dikenal dengan nama dagang: Advil, Motrin, Nuprin and Brufen) Opioids, narkotik pembunuh rasa sakit yang kuat dan membuat ketagihan yang juga digunakan sebagai obat rekreasi karena efek euphoriknya.
  • Opiates
  • Morphine
  • Codeine
  • Sintetik dan setengah-sintetik 
  • opioids
  • Heroin
  • Oxycodone
  • Vicodin
  • Demerol
  • Darvocet
  • Tramadol
  • Fentanyl
obat rekreasi biasanya digunakan untuk mengubah emosi atau fungsi tubuh untuk rekreasi
  • Alcohol
  • Nicotine
  • Caffeine
  • Hallucinogens (including LSD, Magic mushrooms and Dissociative drug)
  • Cannabis
  • MDMA
  • GHB
  • Heroin
  • Cocaine
  • Inhalant
  • Entheogenic untuk membuat rasa mistik atau shamanistic
  • Magic mushrooms
  • Peyote
  • Ayahuasca
  • Amanita muscaria
  • Salvia divinorum
  • Datura
Obat peningkatan performa (untuk olah raga atau perang).
  • Amphetamine
  • Ephedrine
  • Cocaine
  • Anabolic steroids
Obat gaya hidup digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup
  • Viagra
  • Rogaine
  • Antidepressant
  • obat Psychiatric
  • Antidepressants
  • Prozac
  • Paxil
  • Tranquilizers
  • Typical antipsychotic tranquilizers
  • Thorazine
  • Atypical antipsychotic tranquilizers
  • Sedative
  • Valium
Obat diare digunakan untuk mengatasi penyakit diare
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Obat

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Obat Tradisional Pelancar Air Seni , Manfaat Brambangan

Obat Net Obat Tradisional Pelancar Air Seni , Manfaat Brambangan
Pengobatan Lewat Internet
Manfaat Brambangan


Brambangan
Brambangan berkhasiat untuk pelancar air seni
Nama Daerah
  • Sunda: Gewor
  • Jawa: Brambangan
  • Madura: Djeboran
  • Klasifikasi
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub divisi: Angiospermae
  • Kelas: Monocotyledoneae
  • Bangsa: Bromeliales
  • Suku: Commelinaceae
  • Marga: Aneilema
  • Jenis: Aneilema malabaricum L. Merr
Ciri-ciri
  • Habitus: Herba, semusim, membentuk stolon, panjang 10-50 cm
  • Batang: Menjalar dan merambat, bulat, hijau keunguan
  • Daun: Tunggal, roset akar, berseling, bentuk pita, panjang 3-15 cm, lebar 1-3 cm, tepi rata, pertulangan sejajar hijau
  • Bunga: Majemuk, di ujung batang atau di ketiak daun, terdiri dari 2-3 cabang, benang sari 6, mahkota 3 helai, ungu atau biru
  • Buah: Kotak, lonjong, panjang 0,4-0,6 cm, hijau
  • Biji: Lonjong, keras, coklat
  • Akar: Serabut, putih
Kandungan Kimia
  • Daun Aneilema malabaricum mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.
Khasiat
  • Brambangan berkhasiat untuk pelancar air seni
  • Untuk pelancar air seni dipakai + 10 gram herba segar Aneilema malabaricum, dicuci, diseduh dengan 1 gelas air matang panas selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER