Tampilkan postingan dengan label bisul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisul. Tampilkan semua postingan

Khasiat Calincing | Obat Tradisonal Hepatitis, Bisul, Demam, Mengatasi Bau Mulut

Obat Net Khasiat Calincing | Obat Tradisonal Hepatitis, Bisul, Demam, Mengatasi Bau Mulut
Obat Tradisional | Alami

Manfaat Tanaman Calincing (Oxalis corniculata Linn.)
Manfaat Calincing

Calincing (Oxalis corniculata Linn.) memiliki banyak manfaat yang bisa digunakan dalam pengobatan beberapa penyakit. diantara penyakit yang bisa diobati dengan herbal / tanaman Calincing antara lain :
  • Demam
  • flu
  • Hepatitis
  • Diare
  • Infeksi saluran kencing
  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  • Kekemahan badan ( Neurasthenia)
  • Menghentikan perdarahan
Cara penggunaan Calincing sebagai ramuan herbal cukup mudah. cara paling sederhana ialah dengan merebus 30 sampai 60 gram daun Calincing (Oxalis corniculata Linn.), dan meminum airnya. 

calincing bisa juga digunakan sebagai obat luar seperti Luka, koreng, gigitan serangga, biang keringat, eksim, luka bakar, bisul dll. Cara penggunaanya ialah dengan melumatkan daun / Tanaman segar lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Untuk pengobatan bisul herbal calincing yang sudah di lumatkan bisa ditambah dengan gula merah dan di tempelkan pada bagian yang sakit. 

Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan tanaman calincing :
Luka, koreng, gigitan serangga, biang keringat, eksim, luka bakar, bisul:

Obat Luka
  • Tanaman segar dilumatkan, dipakai pada bagian badan yang ada kelainan
Untuk menghilangkan bau mulut
  • Seduhan tumbuhan herba segar dipakai untuk obat kumur pada radang mulut, menghilangkan bau mulut

Obat bisul 
  • herba segar dilumatkan, ditambah gula merah, tempelkan ke tempat yang bisul.

Hepatitis Kronis
  • Hepatitis kronis dapat di obati dengan merebus 30 gr. - 40 gr. tanaman ( daun / batang) Calincing direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. setelah dingin minumsehari 2X masing masing 1/2 Gelas. resep ini juga digunakan dalam pengobatan Diare(sakit Perut), sariawan.

Menghentikan perdarahan
  • Tumbuhan segar ditumbuk, kemudian diperas, airnya dicampur dengan madu secukupnya, minum.

Peluruh haid :
  • Daun dianginkan sampai kering (bukan dijemur), kemudian digiling menjadi bubuk. 9 gr. bubuk ditambah 1 sloki arak putih yang sudah dihangatkan, diminum sebelum makan pagi. Batu saluran kencing : 60 gr. herba segar ditambah 60 gr. arak manis, dipanaskan menjadi setengahnya. Sehari 3 x 1/3 bagian.

Sumber : http://herbanusa.blogspot.com

PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Manfaat Kayu Gahru dan Kemenyan, Jenis Jenis Buhur

Obat Net : Manfaat Kayu Gahru dan Kemenyan Bagi Kehidupan

Manfaat Kayu Gahru bagi Kesehatan
Perlunya Pengetahuan akan Manfaat Kayu Gahru, Kemenyan dan Buhur, untuk mengungkapkan paradigma di masyarakat akan kemusyrikan akan sesuatu benda, tapi langkah lebih bijaknya jika kita cari tahu manfaat dari pada sesuatu perkara yang Allah Ta'ala Ciptakan, artinya banyak mandharat atau manfaat serta apakah sesuai dengan tuntunan Rosululloh saw. Pengobatan Kali ini menyajikan Manfaat dari:

HADITS MENGENAI MENYAN DAN MACAM BUKHUR 
Kemenyan dizaman Nabi dan Salafush Shaleh juga menjadi bagian dari beberapa ritual umat Islam. Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat sendiri sangat menyukai wangi-wangian, baik yang berasal dari minyak wangi hingga kemenyan, sebagaimana disebutkan didalam berbagai hadits. Misalnya hadits shohih riwayat Imam Muslim dan Imam Al-Bukhari berikut ini :
  • Dari Nafi’, ia berkata, "Apabila Ibnu Umar mengukup mayat (membakar kemenyan), maka beliau mengukupnya dengan kayu gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampurkan dengan kapur barus. Kemudian beliau berkata, “Beginilah cara Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam ketika mengukup jenazah (membakar kemenyan untuk mayat)(HR. Muslim)
  • Dari Abi Hurairah radliyalahu 'anh, bahwa Rosulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam bersabda : "Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu. (HR. Imam Bukhori) 
  • Demikian juga hadits shahih riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya, “Dari Abu Sufyan, dari Jabir, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Apabila kalian mengukup mayyit diantara kalian, maka lakukanlah sebanyak 3 kali. (HR. Ahmad) 
  • Shohih Ibnu Hibban juga meriwayatkan sebuah shahih (atas syarat Imam Muslim): Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : “Apabila kalian mengukup mayyit, maka ukuplah dengan bilangan ganti (ganjilkanlah).  (HR. Ibnu Hibban, diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Syaibah) 
  • Disebutkan juga bahwa sahabat Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam berwasiat ketika telah meninggalkan dunia, supaya kain kafannya di ukup.
  • Dari Asma` binti Abu Bakar bahwa dia berkata kepada keluarganya; "Berilah uap kayu gaharu (ukuplah) pakaianku jika aku meninggal. Taburkanlah hanuth (pewangi mayat) pada tubuhku. Janganlah kalian tebarkan hanuth pada kafanku, dan janganlah mengiringiku dengan membawa api". Riwayat shahih ini terdapat dalam Al-Muwaththa’ Imam Malik, As- Sunan Al-Kubro Imam Al-Baihaqi. Bahkan, ada juga riwayat tentang meng-ukup masjid: Jauhkanlah masjid-masjid kalian dari anak-anak kecil kalian, dari pertikaian diantara kalian, pendarahan kalian dan jual beli kamu. Ukuplah masjid-masjid itu pada hari perhimpunan kamu dan jadikanlah pada pintu-pintunya itu alat-alat bersuci kalian. (HR. Imam Al-Thabrani didalam Al- Mu’jram al-Kabir. Ibnu Majah, Abdurrazaq dan Al-Baihaqi juga meriwayatkan dengan redaksi yang hampar sama) 
  • Imam Adz-Dzahabi rahimahullah pernah menyebutkan dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ (5 /22 ) tentang biografi Nu’aim Bin Abdillah Al-Mujammar, sebagai berikut : Nu’aim Bin Abdillah Al-Mujammar, ahli Madinah, seorang faqih, Maula (bekas budak) keluarga Umar Bin Khattab. Ia membakar kemenyan untuk membuat harum Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam” 
  • Masih banyak lagi riwayat-riwayat yang serupa. Dan dari sebagian riwayat-riwayat yang disebutkan diatas, diketahui bahwa penggunaan kemenyan merupakan hal biasa pada masa Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam, demikian juga pada masa para sahabat dan seterusnya. Baik sebagai wangi-wangian maupun hal- hal yang bersifat keagamaan. 
Hingga Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pun pernah berkomentar mengenai kemenyan ini didalam kitabnya Zadul Ma’ad (4/315) yakni mengenai kemenyan India :

Kayu gaharu india itu ada dua macam. 
  • Pertama adalah kayu gaharu yang digunakan untuk pengobatan, yang dinamakan kayu al-Kust. Ada juga yang menyebutnya dengan al-Qusth, menggunakan hurug “Qaf”. 
  • Kedua adalah yang digunakan sebagai pengharum, yang disebut Uluwwah
Dan sungguh Imam Muslim telah meriwayatkan didalam kitab shahihnya dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anh, bahwa beliau (Ibnu Umar) mengukup mayyit dengan kayu gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampur dengan kayu gaharu. 
Kemudian beliau berkata, “Beginilah cara Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam mengukup mayyit. Dan terbukti sebuah hadits lain riwayat Imam Muslim perihal mensifati keni’matan penghuni surga, yaitu “pengukupan/ kemenyan ahli surga itu menggunakan kayu gaharu”


Ummu Qois binti mihsan ra berkata :

Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, pakailah ( pergunakanlah) kayu gaharu itu sebab mengandung tujuh macam obat, untuk sakit tenggorokan, juga dapat dimakan untuk obat sakit pinggang ( HR. Bukhori muslim)

Ini sangat relevan dengan hasil penelitian dari berbagai negara tentang kegunaan kayu gaharu selain untuk hio/dupa,kemenyan,parfum,kosmetik,terapi,bakar mayat bagi agama hindu,Obat dll.

Pahala dan keutamaan orang yang gemar menanam tanaman : Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman,lalu burung memakannya,atau manusia,atau hewan,kecuali dia akan mendapat ( pahala) sedekah karenanya. ( HR. Bukhori dalam kitab al muzaro’ah 2320 dan muslim dalam kitab Al Musaqah 3950 )

Berikut ini beberapa manfaat yang bisa diambil dari kayu gaharu
  • kaya gaharu sebagai bahan baku Dupa (makmul) dan Hio dan bisa dijadikan sebagai bahan untuk aroma terapi dan Pengobatan
  • kaya gaharu sebagai bahan baku obat-obatan dan minyak wangi/parfum
  • kaya gaharu sebagai bahan baku pembuatan minyak gaharu, Sabun, Shampo Yang Harum Semerbak dan berbagai produk kecantikan
  • kaya gaharu sebagai bahan baku kerajinan dan ukiran
Hadits Anas dikatakan: “Sesungguhnya terapi yang paling bagus bagi kamu adalah bekam dan qusth (kayu gaharu).”


Diantara Manfaat Kemenyan Ternyata kemenyan juga memiliki banyak manfaat. 
  • Untuk wangi- wangian
  • pengobatan
  • bumbu rokok
  • untuk aroma terapi
Kandungan Kemenyan:
Kemenyan mengandung olibanol, materi resin, dan terpenes. Kandungan lain, saponin, flavonoida dan polifenol
Dan kini para ilmuwan telah mengamati bahwa ada kandungan dalam kemenyan yang menghentikan penyebaran kanker. Namun, belum diketahui secara pasti kemungkinan kemenyan sebagai antikanker. 
Pada abad kesepuluh, Ibnu Sina, ahli pengobatan Arab, merekomendasikan kemenyan sebagai obat untuk tumor, bisul, muntah, disentri dan demam
Dalam pengobatan tradisional Cina, kemenyan digunakan untuk mengobati masalah kulit dan pencernaan
Sedangkan di India, kemenyan digunakan untuk mengobati arthritis
Khasiat kemenyan sebagai obat arthritis tersebut mendapat dukungan dari penelitian laboratorium di Amerika Serikat. 
Kemenyan yang biasa digunakan untuk urusan mistis ternyata berdasarkan hasil penelitian juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat. Penelitian yang dilakukan oleh King Abd Al-Aziz University di Arab Saudi menemukan bahwa kemenyan bisa menurunkan kadar kolesterol jahat
Kemenyan, menurut peneliti Nadia Shaleh Al-Amoudi, bisa dipadukan dengan materi dari tumbuhan lainnya untuk meningkatkan kesehatan jantung. Akan tetapi, masih belum ditemukan cara yang jelas agar manusia bisa mengonsumsinya. 
Selain itu juga bermanfaat untuk mengatasi sakit tenggorokan, hidung mampat, bekas luka dan luka bakar

1. Buhur Maghribi 
  • Buhur ini terbuat dari bahan kayu gaharu dan kayu cendana yang dihaluskan dengan campuran minyak khusus. Warnanya agak hitam legam dan agak basah aromanya agak menyengat dan bila dibakar asapnya berwarna putih kehijauan untuk memilih buhur ini haruslah teliti dan berhati-hati karena buhur ini telah beredar 100 macam lebih dengan bahan berbeda tetapi namanya berbeda. Sebagai buhur berkelas, kita harus tahu mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak. Sebagai antisipasinya, cobalah ambil sedikit buhur tersebut, dan gosokkan pada kedua telapak tangan Anda. Apabila buhur tersebut berminyak serta mengandung noda kecoklatan,maka itulah yang harus diplih. 
2. Buhur Apel Jin Madat 
  • Buhur ini tebuat dari ampas madu lebah lanceng yang dicampur dengan minyak khusus, warnanya hitam bercampur putih kekuning- kuningan. Apabila dibakar baunya lembut namun cepat menyebar ke seluruh ruangan dan asapnya berwarna hitam keputihan. Untuk meneliti asli tidaknya Apel Jin tersebut yaitu dengan cara: apabila dipegang terasa lengket dan sulit dilepaskan, apabila ditekan akan terasa lembek dan tidak mudah patah atau putus dan apabila ditempelkan pada sehelai kain bekasnya tidak akan luntur. 
3. Buhur Ja’faron 
  • Terbuat dari daun pohon salwa yang dikeringkan. Daun tersebut nantinya ditumbuk dan mengeluarkan getah berwarna merah seperti warna darah dan sudah mengandung aroma wangi secara alami. Buhur ini tidak bisa ditiru dan diracik oleh orang-orang Indonesia karena pohonnya hanya tumbuh di sekitar gurun pasir dan hanya terdapat di daerah Arab Saudi, Yaman, Turki dan sekitarnya. 
4. Buhur Ambar 
  • Buhur ini terbuat dari serutan pohon kurma ambar yang dicampur denagn minyak zaitun serta sepuluh minyak khusus lainnya. Warnanya merah muda dan agak kering. Bila dibakar asapnya sedikit, namun aromanya sangat merebak lebut serta enak dihirup. Buhur ini sangat disukai oleh para sahabat nabi Saw. karena kelembutannya seta wanginya yang sangat khas. Untuk mendapatkan Buhur Ambar sangat lah susah , dikeranakan harganya sepuluh kali lebih mahal dari buhur lainnya (bisa samapai jutaan rupiah). 
5. Buhur Sulthon 
  • Terbuat dari serutan kulit kayu cendana yang dicampur dengan serbuk menyan arab. Warnanya hitam keputihan, aromanya khas bau kemenyan dan mudah dikenali. 
6. Buhur Malik atau Al-Mulkul Buhur
  • Bahannya dari kayu setinngi serta daun sirih yang dihaluskan dengan campuran minyak cendana merah, aromanya sedikit menyengat dan berwarna hitam kemerahan. Bila dibakar asapnya berwarna putih hitam atau bisa semu hijau. Ciri yang akurat untuk memilih buhur ini adalah bila dipegang terasa dingin. 
7. Buhur Al-Yamani 
  • Buhur ini berasal dari negara Yaman. Daun terbuat dari 7 getah pohon yang berbeda, warnanya hitam dan mengandung butiran kristal merah. Baunya sangat lembut dan tidak menyengat hidung. Ciri dari buhur ini adalah bila kita menghirup baunya seolah ingin batuk, bersin atau gatal tenggorokan. 
8. Buhur Salwa 
  • Terbuat dari kayu salwa yang dicampur dengan cendana merah atau disebut juga minyak Sayidina Ali. Warnanya ada yang merah juga ada yang hitam. Ciri dari buhur ini adalah bila dipegang akan meninggalkan warna yang membekas di tangan. 
9. Buhur Al-Udud 
  • Buhur ini tidak banyak keberadaannya karena bahannya yang sangat sulit dicari yaitu pohon attakif dan hanya ada di negara Baghdad (Irak). Warnanya putih cream dan bentuknya seperti pasta. Buhur ini sangat disukai sekali oleh seluruh bangsa Gaibiyah. 
10. Buhur Fathul Jin 
  • Buhur ini dikhususkan sebagai sarana penghubung bangsa jin. Warnanya putih dan berbentuk kristal. Bila dibakar asapnya sangat banyak dan berwarna putih bersih. Untuk membuktikan keaslian buhur ini celupkan butiran kristal putih pada segelas air tawar. Bila butiran tersebut berwarna seperti warna air berarti buhur itulah yang asli. Karena banyak buhur yang berbentuk butiran kristal namun terbuat dari bahan kimia yang tidak bisa berubah warna. 
Benarkah Nabi Muhammad Saw. Menyukai Bau Wewangian (Menyan)? 
Membakar dupa wangi ketika berdzikir, membaca al-Qur'an, berada di majlis ilmu maka wangi- wangian (tathayyub) hukumya sunnah berdasarkan senangya Nabi Muhammad Saw. pada sesuatu yang harum dan nabi senang dengan wewangian. Beliau Saw. sering memakainya dan mendorong para sahabat untuk menggunnakanya. 
(kitab Bulghat ath-Thullab halaman 53-54)
Membakar dupa atau kemenyan ketika berdzikir pada Allah dan sebagainya seperti membaca al- Qur'an atau di majlis-majlis ilmu, mempunyai dasar dalil dari al- Hadits yaitu dilihat dari sudut pandang bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. menyukai bau wangi dan menyukai minyak wangi dan beliau pun sering memakainya. 
(Bulghat ath-Thullab halaman 53-54).
Sahabat-sahabat kita (dari Imam Syafi’i) berkata: Sesungguhnya disunnahkan membakar dupa di dekat mayyit karena terkadang ada sesuatu yang muncul maka bau kemenyan tersebut bisa mengalahkan/menghalanginya. 
(Al-Majmu' Syarh Muhadzdzab juz 5 halaman 160).

"Jika Sunnah Menggunakannya Kenapa Kita tidak menggunakannya"
Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Tanaman Obat Tradisional Bisul dan Sakit Mata, Manfaat Kembang Telang


Obat Net : Tanaman Obat Tradisional Bisul dan Sakit Mata, Manfaat Kembang Telang
Pegobatan Lewat Internet

Kembang telang
berkhasiat sebagai obat bisul dan obat sakit mata.


Nama Ilmiah : Clitoria ternatea L.
Nama Daerah

  • Melayu: Bunga biru
  • Sunda: Kembang telang
  • Jawa: Kembang teleng
  • Makasar: Bunga talang
  • Bugis: Bunga temen raleng
  • Halmahera: Bisi
  • Ternate: Sejamagulele
Klasifikasi
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub divisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledoneae
  • Bangsa: Resales
  • Suku: Papilionaceae
  • Marga: Clitoria
  • Jenis: Clitoria ternatea L.
Ciri-ciri
  • Habitus: Semak, menjalar, panjang 3-5 m.
  • Batang: Membelit, masif, permukaan beralur, hijau.
  • Daun: Majemuk, menyirip, lonjong, tepi rata, ujung tumpul, pangkal meruncing, panjang 4-9 cm, lebar 2-4 cm, tangkai silindris, panjang 4-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan berbulu, hijau.
  • Bunga: Majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang + 1,5 cm, hijau, kelopak bentuk corong, panjang 1,5-2,5 cm, hijau kekuningan, tangkai benang sari berlekatan membentuk tabung, putih, kepala sari bulat, kuning, tangkai putik silindris, kepala putik bulat, hijau, mahkota bentuk kupu-kupu, ungu.
  • Buah: Polong, panjang 7-14 cm, bertangkai pendek, masih muda hijau setelah tua hitam.
  • Biji: Bentuk ginjal, masih muda hijau setelah tua coklat.
  • Akar: Tunggang, putih kotor.
Kandungan Kimia
  • Daun kembang telang mengandung saponin dan polifenol.
Khasiat
  • Daun kembang telang berkhasiat sebagai obat bisul dan obat sakit mata.
  • Untuk obat bisul dipakai ± 10 gram daun kembang telang, dicuci dan ditumbuk halus, dicampur dengan sedikit gula jawa, ditempelkan pada bagian yang bengkak atau bisul dan dibalut dengan kain bersih.
Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum obat bacalah Bismillah.


BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Tanaman Obat Tradisional, Manfaat Kamboja, Cempaka


Obat Net : Tanaman Obat Tradisional, Manfaat Kamboja, Cempaka
Pegobatan Lewat Internet

Kamboja
berkhasiat sebagai obat bisul dan obat busung lapar.
Nama Ilmiah : Plumiera acuminata Aft.
Nama Daerah

  • Minangkabau: Pandam
  • Melayu: Bunga kemboja
  • Jawa Tengah: Semboj'a
  • Madura: Cempaka
  • Bali: Bunga jabun
  • Sasak: Semboja
  • Roti: Bunga matandani
  • Manado: Kamboja
  • Buol: Bunga jera
  • Makasar: Bunga Jene mawara
  • Halmahera: Capak butu
  • Ternate: Saya kolocucu
  • Tidore: Capaka kubu
Botani
  • Sinonim: Plumiera acutifolia Poir.
  • Klasifikasi
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub divisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledonae
  • Bangsa: Apocynales
  • Suku: Apocynaceae
  • Marga: Plumiera
  • Jenis: Plumiera acuminata Aft.
Ciri-ciri
  • Habitus: Pohon, begetah, tinggi 1,5-6 m.
  • Batang: Berkayu, bulat, bercabang, bekas dudukan daun nampak jelas, putih kehijauan.
  • Daun: Tunggal, lanset, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, tebal, panjang 10-25 cm, lebar 5-10 cm, pertulangan menjari, permukaan atas hijau tua, permukaan bawah hijau muda.
  • Bunga: Majemuk, malai rata, di ujung batang, kelopak bentuk corong, putih kemerah-merahan, mahkota bunga empat, putih.
  • Buah: Bumbung, bentuk lanset, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, masih muda hijau setelah tua hitam.
  • Biji: Bulat, bersayap, putih kotor.
  • Akar: Tunggang, bercabang, coklat muda.
Kandungan Kimia
  • Akar dan daun kamboja mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, disamping itu daunnya juga mengandung alkaloida.
Khasiat
Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum obat bacalah Bismillah.

BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Manfaat Daun Kecubung


Obat Net Obat Tradisional, Manfaat Daun Kecubung
Pengobatan Lewat Internet

Daun kecubung ternyata punya segudang manfaat pengobatan. Yang jelas, hanya sebagai obat luar. Apa saja?

1. Rematik
Sediakan 14 lembar daun kecubung segar, lalu rajang dan jemur. Bila sudah kering, tambahkan 10 sendok makan minyak kelapa. Simpan selama 3 hari, selanjutnya peras dan pisahkan minyaknya. Setelah itu, hangatkan. Nah, minyak kecubung ini kemudian gosokkan pada bagian yang terkena rematik.

2. Bisul
Ambil 5 lembar daun kecubung, lalu rajang dan tumbuk halus. Setelah itu, tempelkan bubuk kecubung pada bisul agar segera matang.

3. Sakit Pinggang
Ambil 10 lembar daun kecubung, lalu tumbuk bersama kapur sirih hingga halus. Tempelkan pada pinggang yang sakit. Lakukan rutin 2 - 3 kali sehari hingga pinggang kembali normal.

4. Radang Anak Telinga
Sediakan 10 lembar daun kecubung dan 2 sendok makan minyak kelapa. Cuci bersih daun kecubung, lantas giling halus. Remas gilingan daun dengan minyak kelapa yang telah dihangatkan. Peras dan saringlah. Selanjutnya, teteskan minyak perasan tersebut pada anak telinga yang sakit. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing 5 tetes.

5. Ketombe
Siapkan 7 lembar daun kecubung kering dan 5 sendok makan minyak kelapa. Masukkan daun kecubung dan minyak kelapa ke dalam botol, lalu tutup. Jemurlah di bawah terik matahari selama seminggu. Selanjutnya, oleskan pada kulit kepala sebanyak 2 kali sehari, pagi dan sore hari. Bisa diulangi beberapa hari hingga ketombe amblas.

Baca Juga : Manfaat dan Madaratnya Daun Kecubung


Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum obat bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Manfaat Jawer Kotok (Coleus hybridus)

Obat Net - Manfaat Jawer Kotok (Coleus hybridus)
Pengobatan Lewat Internet

Tanaman Obat JAWER kotok merupakan tanaman obat yang cukup penting. Beberapa penyakit seperti ambeien, diabetes mellitus, sembelit, bisul, abses, datang bulan terlambat bisa diatasi dengan jawer kotok.*

PRLM -- Jawer kotok merupakan tumbuhan semak, herba tegak dan merayap dengan tinggi batang pohonnya berkisar 30 cm sampai 150 cm. Daunnya berbentuk hati dan pada setiap tepiannya dihiasi oleh jorong-jorong atau lekuk-lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh tangkai daun. Bunganya muncul pada pucuk tangkai batang berbentuk untaian bersusun.

Jawer kotok (Coleus hybridus) atau iler dan orang Jawa menyebutnya kentangan, mempunyai penampang batang berbentuk segi empat dan termasuk kategori tumbuhan basah yang batangnya mudah patah. Jawer kotok dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Keistimewaan dari tumbuhan ini adalah sangat beraneka ragam jenis dan warna daun yang dimiliki. Jawer kotok biasa ditemukan di sekitar sungai atau pematang sawah dan tepi-tepi jalan pedesaan sebagai tumbuhan liar. Sekarang jawer kotok menjadi tanaman hias yang telah berkembang dengan berbagai varietas yang indah.

Jawer kotok mempunyai komposisi kandungan senyawa kimia yang bermanfaat, antara lain alkaloid, etil salisitas, metil eugenol, eugenol, timol, karvakrol dan mineral. Oleh karenanya, jawer kotok menjadi tanaman obat yang cukup penting. Beberapa penyakit seperti ambeien, diabetes mellitus, demam, sembelit, sakit perut, bisul hingga datang bulan terlambat, bisa diatasi dengan jawer kotok. Berikut beberapa ramuan untuk mengatasi berbagai penyakit itu.

Ambeien: Ambil 17 lembar daun jawer kotok, 7 lembar daun ngokilo, 3 rimpang umbi kunyit sebesar ibu jari. Semua bahan tersebut direbus dengan 5 liter air sampai mendidih. Air rebusan tersebut diminum satu kali sehari satu gelas.

Diabetes mellitus: jawer kotok lengkap mulai akar, batang, daun dan bunga, ditambah adas pulawaras secukupnya. Kedua bahan tersebut direbus dengan satu liter air sampai mendidih. Air rebusan tersebut diminum dua kali sehari setengah gelas, pagi dan sore.

Demam dan sembelit: Satu potong daun dan batang jawer kotok direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas. Air rebusan tersebut diminum 2 kali sehari setengah gelas.

Sakit perut: 3 potong akar jawer kotok direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Air rebusan tersebut diminum pagi dan sore.

Bisul: Daun jawer kotok diolesi minyak kelapa, kemudian dipanggang. Dalam keadaan hangat-hangat ditempelkan pada bagian yang bisul.

Abses: 5 lembar daun jawer kotok, satu siung bawang merah, dan adas pulasari secukupnya. Semua bahan tersebut ditumbuk halus bersama-sama, lalu tempelkan pada bagian yang abses.

Luka borok: Daun dan batang jawer kotok ditumbuk halus, lalu tempelkan pada bagian yang borok.

Datang bulan terlambat: 3-7 lembar daun jawer kotok direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Air rebusan tersebut diminum menjelang tanggal datangnya haid. (Ki Suta)***

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum obat bacalah Bismillah.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/159643
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER

Manfaat Babadotan atau Bandotan

Obat Net - Manfaat Babadotan atau Bandotan
Pengobatan Lewat Internet
Manfaat Babadotan atau Bandotan, tanaman ini didaerah tropis sudah bukan baranglangka lagi banyak kita temukan di kebun, pekarangan, sawah bahkan di atas gedungpun tumbuhan ini bisa hidup.  Bandotan (Ageratum conyzoides L), atau di daerah saya (sunda) disebut dengan nama Babadotan, tanaman ini adalah jenis tanaman liar, atau bisa disebut dengan Rumput pengganggu, tanaman Bandotan ini biasanya tumbuh di pekarangan-pekarangan rumah dan di perkebunan para petani. Tanam Bandotan ini pertama dikenal di dearah Brasil, namun tanaman ini menyebar luas hingga ke Indonesia.


Pemerian botanis
Terna berbau keras, berbatang tegak atau berbaring, berakar pada bagian yang menyentuh tanah, batang gilig dan berambut jarang, sering bercabang-cabang, dengan satu atau banyak kuntum bunga majemuk yang terletak di ujung, tinggi hingga 120 cm. Daun-daun bertangkai, 0,5–5 cm, terletak berseling atau berhadapan, terutama yang letaknya di bagian bawah. Helaian daun bundar telur hingga menyerupai belah ketupat, 2–10 × 0,5–5 cm; dengan pangkal agak-agak seperti jantung, membulat atau meruncing; dan ujung tumpul atau meruncing; bertepi beringgit atau bergerigi; kedua permukaannya berambut panjang, dengan kelenjar di sisi bawah.
Bunga-bunga dengan kelamin yang sama berkumpul dalam bongkol rata-atas, yang selanjutnya (3 bongkol atau lebih) terkumpul dalam malai rata terminal. Bongkol 6–8 mmpanjangnya, berisi 60–70 individu bunga, di ujung tangkai yang berambut, dengan 2–3 lingkaran daun pembalut yang lonjong seperti sudip yang meruncing. Mahkota dengan tabung sempit, putih atau ungu. Buah kurung (achenium) bersegi-5, panjang lk. 2 mm; berambut sisik 5, putih.

Resep Tradisional Bandotan:

1. Sakit telinga tengah akibat radang : 
Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.

2. Luka berdarah, bisul, eksim : 
Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.

3. Bisul, borok : 
Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.

4. Rematik( istilah kedokteran : reumatik), bengkak karena keseleo : 
Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.

5. Perdarahan rahim, sariawan, bisul, bengkak karena memar : 
Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

6. Tumor rahim : 
Rebus 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

7. Sakit tenggorokan : 
(1). Cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari. (2). Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya, giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.

8. Malaria, influenza : 
Rebus 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

9. Perut kembung, mulas, muntah : 
Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.

10. Perawatan rambut : 
Cuci, daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya, bilas rambut hingga bersih.

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.
BACA SELANJUTNYA BANTUAN

Klik DISINI untuk ORDER